Selasa, 11 Juli 2017

Stock Opname: Proses Audit Fixed Asset

Pengertian Stock Opname adalah penghitungan fisik persediaan barang yang ada di tempat dimana barang berada. Dalam kaitannya dengan Fixed Asset (aktiva tetap) stock opname adalah menghitung dan mengecek jumlah dan kondisi fisik aset beserta lokasi dan penanggung jawab aset-aset tersebut.
Stock opname terhadap fixed asset lebih dikenal sebagai Asset Audit.




Pengecekan yang dilakukan saat Stock Opname Fixed Asset antara lain:
1. Perhitungan fisik asset dan membandingkannya dengan jumlah di catatan.
2. Pengecekan kondisi aset apakah kondisinya masih baik, rusak atau tidak berada di tempat.
3. Mencatat aset-aset yang bertambah, berkurang dan berpindah.
4. Pemeriksaan biaya perbaikan, pemeliharaan, biaya asuransi dan garansi.
5. Analisa dan penghitungan biaya penyusutan.
6. Mencatat valuasi atau nilai aset.

Tujuan dilakukanStock Opname Fixed Asset:
1. Pengendalian internal yang lebih baik atas aktiva tetap
2. Pencatatan yang akurat mengenai: valuasi aset, biaya terhadap aset, jumlah aset dan lokasinya.
3. Mencegah dan mengetahui apabila terjadi pencurian atau kehilangan aset.
4. Mencegah pembayaran berlebihan mengenai asuransi, biaya pemeriharaan dan pajak terhadap aset-     aset tertentu atau aset hantu.

Stock Opname Dengan Activo Solutions:
Activo System memberikan solusi untuk Stock Opname aktiva tetap menggunakan sistem barcode yang tentunya memberikan hasil yang lebih akurat dan proses lebih cepat dibandingkan proses pengecekan manual.

1. Barcode atau QR Code sebagai sarana identifikasi ditempel pada tiap aset yang masuk dalam proses audit.

2. Semua informasi tentang asset yang akan di audit akan dicatat terlebih dahulu dalam Activo Asset Register.


3. Saat proses Stock Opname, bantuan barcode scanner memudahkan proses hanya dengan memindai (scan) ke tiap barcode yang tertempel pada aset-aset. Proses tersebut akan di sinkronisasi ke system Activo untuk pengecekan dan pembandingan data aset pada catatan dan kondisi aset di lapangan.


Activo Asset Management Solutions, memberikan solusi menyeluruh bagi kebutuhan anda akan sitem Fixed Asset. Tentunya solusi Activo akan memberikan keunggulan tersendiri bagi manajemen aset di perusahaan anda.





Rabu, 31 Mei 2017

Scanner Mini Performa Tinggi


Kita sempat membahas jenis-jenis aset barcode scanner pada topik terdahulu. Tidak seperti kebanyakan scanner atau alat pemindai pada umumnya yang berukuran genggaman tangan atau lebih besar, General Scan barcode scanner memiliki ukuran mini yang sangat kecil.

GS-M500BT 2D Bluetooth Companion Barcode Scanner dari General Scan adalah pemindai barcode serbaguna berukuran kecil namun memiliki performa tinggi.

Barcode generasi baru ini dapat dikolaborasikan dengan smartphone sebagai terminal data. Produk General Scan ini merupakan alternatif yang lebih hemat dan praktis dibanding PDA scanner yang lebih mahal dan berat.


Mini Scanner yang dipasang pada smartphone


Mini Scanner serbaguna yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai device pemindai




Tertarik dengan Barcode Scanner diatas? Anda bisa hubungi kami di:
+62-21-2933 9528
hello@activo.co.id

APL Tower 26th floor, Central Park Jalan Letjen S. Parman Kav 28 Jakarta, 11470, Indonesia


Senin, 15 Mei 2017

Berbagai Jenis Stiker Barcode

Barcode stiker atau label digunakan dalam berbagai industri sebagai sarana identifikasi dengan cara penempelan pada suatu material atau benda. Bahan label barcode pada umumnya adalah kertas yang dicetak dengan tinta melalui printer.

Ketahanan label barcode dipengaruhi oleh cuaca, lingkungan, cairan kimia dan hal-hal lain. Label barcode yang ditempel pada material bertemperatur tinggi, selalu terkena cahaya, di area berbahan kimia atau sering terkena goresan tentunya wajib memiliki label dengan kualitas tinggi agar kode yang tertera dapat selalu terbaca. Materi yang digunakan dalam pembuatan barcode antara lain:

Paper Labels:
Bahan yang paling umum digunakan dalam material barcode dan harganya paling hemat. Sangat praktis penggunaanya dalam banyak industri. Barcode berbahan kertas memiliki segi ketahanan berbeda tergantung jenis kertas dan pelapis yang digunakan. Variasi label berbahan kertas ini antara lain:
- Coated Labels: Dilapisi oleh plastik agar stiker lebih tahan terhadap goresan
- Water Resistant: Label tahan air



Plastic Label
Bahan polimer atau plastik digunakan dalam pembuatan label. Bahan ini lebih tahan lama terhadap air, minyak dan goresan. Jenis bahan plastik Polyester dan Polypropylene digunakan dalam pembuatan label jenis ini. Bahan plastik Polyimide memiliki ketahanan lebih tinggi karena mampu bertahan pada suhu 250°C. Label berbahan ini biasa digunakan pada penempelan barang-barang elektronik.



Metal Labels
Label berbahan metal atau logam digunakan dalam kondisi tertentu. Label berbahan ini memiliki ketahanan tinggi saat digunakan di lapangan dengan kondisi ekstrim, tahan terhadap suhu panas, air, minyak dan goresan. Bahan logam yang digunakan biasanya adalah aluminium.






Selasa, 02 Mei 2017

Pengaruh Ghost Assets (Aset Hantu) Dalam Catatan Keuangan



Perlu disadari keberadaan aset hantu dan pengaruhnya dalam pencatatan aset dan perpajakan. Ghost asset atau aset hantu dalah aktiva tetap (fixed asset) yang muncul dalam daftar aset namun saat di cek secara fisik aset tersebut tidak ada atau rusak dan tidak dapat digunakan.


Pengaruhnya Terhadap Manajemen Aset:
Sebuah perusahaan yang memiliki begitu banyak jumlah aset cukup sering menemukan ghost assets dalam catatannya. Hal ini sangat berpengaruh pada neraca perusahaan, misalkan saja ditemukan ada sepertiga ghost assets dari keseluruhan aset perusahaan.

Ghost asset berakibat pada:

1. Pembayaran Pajak
Jumlah ghost asset yang begitu banyak pada catatan aset perusahaan menyebabkan kesalahan laporan dimana jumlah aset kena pajak dalam catatan laporan lebih banyak daripada jumlah fisik sebenarnya
dari aset kena pajak. Hal ini berakibat perusahaan membayar pajak melebihi jumlah yang seharusnya.

2. Pembayaran Asuransi
Asuransi akan membebankan biaya sesuai dengan catatan aset yang diasuransikan. Jika ada sejumlah ghost assets yang memiliki biaya asuransi, tentunya akan membuat pembayaran asuransi membengkak. Seharusnya, bila aset anda hilang, anda tidak harus membayar asuransi atas aset tersebut.

3. Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan atau maintenance digunakan untuk merawat aset-aset yang digunakan oleh perusahaan. Biaya ini seharusnya tidak dibebankan kepada aset-aset yang tidak ada (ghost assets).

4. Pencurian Aset
Ghost assets yang ditemukan dapat juga sebagai indikasi terjadi pencurian aset. Pencatatan aset yang buruk memberikan keleluasaan terhadap pencuri aset. Pelacakan aset (asset tracking) yang tepat seharusnya dapat mengindikasi bahwa sebuah aset benar-benar hilang atau dicuri.

5. Pengeluaran Bertambah
Sebuah aset yang tercatat namun fisiknya hilang akan memaksa perusahaan untuk membeli aset pengganti yang baru. Hal tersebut tentunya akan menambah pengeluaran perusahaan.

6. Produktivitas Berkurang
Fungsi aset perusahaan adalah mendukung aktivitas dan kinerja karyawan. Ghost asset yang tercatat dalam perusahaan tidak tampak secara fisik untuk mendukung kinerja karyawan perusahaan.

7. Laporan Keuangan
Ghost assets mengacaukan laporan keuangan perusahaan. Laporan menjadi tidak akurat dengan statement jumlah beban biaya operasional yang menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya.

Bagaimana Cara Menangani Ghost Asset?
Saran terbaik adalah meperbaiki sistem aset management dan gunakan Asset Tracking Software yang tepat. Pengecekan aset berkala secara teliti dapat membantu:
1. Mendeteksi pencurian dan penggelapan Aset.
2. Mengetahui aset-aset yang hilang, rusak dan aset yang tidak tercatat.
3. Mengurangi biaya dan mecegah pembayaran berlebih untuk asuransi, pajak dan pemeliharaan aset.
4. Aset-aset yang ada berfungsi secara efektif dan efisien untuk kebutuhan perusahaan.
5. Menghapus ghost asset memberikan laporan finansial yang lebih akurat, tentunya ini sangat perpengaruh saat diaudit, proses perencanaan budgeting, laporan kepada investor dan memberikan fasitilat kerja yang baik untuk karyawan.






Kamis, 13 April 2017

Kedatangan Tamu Dari SMK 4 Tangerang

Pada hari Rabu 12 April 2017, PT Code Development Indonesia kedatangan para instruktur dari SMK 4 Tangerang. Kunjungan yang telah diinformasikan pada bulan lalu ini dalam rangka pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik Bagi Guru (keahlian ganda) oleh SMK 4 Tangerang.
Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dibuka oleh Dewi Machdalena selaku HRD PT Code Development Indonesia, dilanjutkan dengan presentasi profil perusahaan oleh COO PT Code Development Indonesia Agus Sutomo Halim. Sesi lanjutan dari acara adalah presentasi tentang Activo Asset Management Solutions sebagai produk unggulan yang dibangun PT Code Development Indonesia oleh Alliza Lestari dan Ricky Adhi Saputra selaku petinggi Activo.
Peserta juga berkesempatan berkeliling kantor PT Code Development Indonesia untuk melihat proses kerja di sebuah industri IT. Pada akhir acara, perwakilan dari SMK 4 Tangerang memberikan kenang-kenangan yang diserahkan kepada COO PT Code, Agus Sutomo halim. Kami dari PT Code Devopment Indonesia dan Activo Asset management Solutions sangat bahagia dapat berbagi informasi dan pengalaman kepada para pendidik dari SMK 4 Tangerang. Semoga pengalaman yang didapat oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini kelak berguna dalam mendidik para murid-muridnya.








Jumat, 17 Februari 2017

Activo Innovation Day: Diskusi Solusi Fixed Asset

Pada 14 Februari 2017 kemarin, Activo Asset Management Solution di bawah naugan PT Code Development Indonesia mengadakan acara gathering atau kumpul bersama dengan tema "Activo Innovation Day"

Peserta undangan pada hari itu berasal dari berbagai perusahaan yang mayoritas dari industri perbankan. Acara ini diselenggarakan untuk menyatukan para pelaku Asset Management dalam satu waktu dan tempat agar dapat saling berbagi dan mendapatkan informasi tentang Solusi Aset Manajemen yang tentunya akan berguna dalam profesi mereka. Peserta yang hadir pada hari itu antara lain mewakili:
1. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)
2. PT. Air Asia Indonesia
3. PT.Hipernet IndoData (Hypernet)
4. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC)
5. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk
6. Bank BTPN Syariah

Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB meliputi presentasi mengenai Activo Asset management sebagai software Fixed Asset Management dengan penjelasan berbagai fitur yang dapat membantu para general affair, akuntan, finance dan IT dalam hal manajemen aktiva tetap.

Pada hari itu disediakan juga sebuah mini-lab yaitu ruangan dimana para peserta dapat mencoba secara langsung menggunakan aplikasi Activo. Kehadiran para klien setia yang telah lama mempercayakan aset manajemen mereka pada Activo juga turut memeriahkan suasana dengan berbagi pengalaman mereka terbantu oleh sistem dari Activo Asset Management Solutions.

Sesi gathering diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat kepada tiga klien setia Activo. Pemberian kenang-kenangan diserahkan oleh Bapak Agus Sutomo Halim selaku COO PT Code Development Indonesia kepada Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Bank Danamon Indonesia dan Bank BTPN Syariah.

Sebagai penutup, semua peserta beranjak menuju sebuah restoran di Central Park untuk makan siang. Terima kasih kami ucapkan kepada para panitia gathering yang telah menyelenggarakan acara ini dan tentunya para tamu undangan yang telah hadir dalam acara Activo Asset management Solutions yang pertama.

Para Undangan Bersama Jajaran Manajemen Activo (PT Code Development Indonesia)


Demo Aplikasi Activo di Mini-Lab

Sesi Testimonial Dari Klien-Klien Activo

Sesi Makan Siang Sebagai Penutup Acara