Kamis, 12 April 2018

RFID UNTUK ASSET TRACKING

RFID (Radio Frequency Identification) adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya.

Komponen RFID
1. RFID Label: Berfungsi sebagai sarana identifikasi untuk benda yang dilabeli. Dalam setiap tag terdapat chip yang mampu menyimpan sejumlah informasi seperti ID, lokasi atau informasi lainnya.

2. RFID Reader: berfungsi membaca sinyal yang diberikan oleh RFID Label dan mengubah informasi yang tersimpan di dalam label melalui frekuensi radio.

3. Software Aplikasi: Data yang telah dibaca akan di proses lebih lanjut menggunakan sebuah system sesuai dengan kebutuhannya.

Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem Barcode. RFID memiliki keunggulan dibandingkan dengan penggunaan barcode, Label RFID dapat dibaca jika pada jarak tertentu oleh RFID Reader, bahkan jika label tertutup oleh objek atau tidak terlihat. Label RFID dapat membaca ratusan pada satu waktu, sedangkan Barcode hanya dapat dibaca satu per satu.

Asset Tracking Dengan RFID
Teknologi RFID sangat membantu proses pelacakan aset (Asset Tracking) menjadi lebih efisien dan otomatis. Proses otomatisasi ini memudahkan proses Asset Tracking lebih efisien dibandingkan Sistem Barcode.
Perbandingannya bisa dilihat di bawah ini:

Sistem Barcode (kiri) Sistem RFID (kanan)




1. Sistem Barcode
Setiap barang ditempeli barcode label/tag sebagai sarana identifikasi. Saat proses pengecekan, digunakan barcode scanner untuk memindai barcode label pada setiap barang satu-per-satu.

2. Sistem RFID
Setiap barang ditempeli RFID label/tag sebagai sarana identifikasi. Saat proses pengecekan, RFID Reader mampu membaca semua barang dalam satu area secara bersamaan.

Automated Asset Tracking
Sistem RFID dapat memonitor dan mentracking keberadaan aset pada suatu tempat secara real time dan membantu saat melakukan proses stok opname dengan cepat dan tepat.
RFID juga dapat menjangkau aset-aset tidak terlihat yang tertutup oleh benda lain, misalnya: Laptop
di laci meja rak atau dalam lemari.

Keberadaan aset dapat di monitoring oleh rfid sehingga jika terjadi perpindahan asset keluar area RFID Reader akan mengirimkan sinyal, report atau alert untuk memberitakan perpindahan aset. RFID reader akan terus memantau keberadaan aset dalam jangkauannya secara real time, hal ini juga meminimalisir kesalahan dalam pelacakan dan meningkatkan keamanan.





CMMS ACTIVO Solusi Pemeliharaan Aset dan Inventory

Bidang maintenance mengalami perkembangan pesat seiring bertambahnya jumlah aset perusahaan yang harus dipelihara untuk menunjang produktivitas perusahaan.
Jumlah aset yang banyak dan bervariasi serta kompleksnya desain peralatan menuntuk teknik manajemen maintenance yang lebih baik tentang peranan dan tanjung jawab pemeliharaan.

CMMS (Computerized Maintenance Management Software) dapat di definisikan sebagai alat manajemen aset yang membantu dalam menjaga lingkungan kerja yang sepakat dan berjalan aman. Hal ini juga membantu dalam pengendalian biaya dan manajemen sumber daya yang efektif. Singkatnya, CMMS adalah perangkat lunak pemeliharaan yang membantu kita merekam semua operasi manajemen.

Fungsi Utama CMMS antara lain:
- Otomatisasi jadwal maintenance / pemeliharaan
- Pemeliharaan aset , spare part dan inventory pendukungnya.
- Menjaga database aset

CMMS Activo:
Fitur CMMS merupakan bagian dari modul Activo Asset management System yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan yang tentunya fitur ini sangat berguna dalam mendukung fitur-fitur manajemen aset yang sudah ada.

Work Order:
adalah pesan atau perintah suatu pekerjaan dalam internal maupun eksternal perusahaan berupa dokumen tertulis kepada pelaksana aktivitas pemeliharaan untuk diselesaikan. Work Order juga dapat digunakan untuk melaporkan pekerjaan pekerjaan yang sudah ataupun belum selesai dikerjakan.

Preventive maintenance: 
Pemeliharaan preventif dilakukan untuk mengurangi probabilitas kegagalan tidak terduga dan  meningkatkan kualitas dari peralatan-peralatan yang ada. Jenis pemeliharaan ini umumnya dilakukan saat kondisi peralatan dalam keadaan shutdown ataupun jika terjadi ganguan.




Rabu, 14 Maret 2018

Activo Application Training For Angkasa Pura Support

Activo Asset Management Solutions mengadakan “Pelatihan Cara Menggunakan Aplikasi Activo” untuk team Angkasapura Support pada hari Rabu tanggal 14 Maret 2018 di Best Western Kemayoran Hotel Jakarta. Pelatihan tersebut digelar guna menambah pengetahuan, dan keterampilan para peserta yaitu Team Logistic Angkasapura dalam hal penggunaan Aplikasi Activo System.






Jumat, 09 Maret 2018

Penyusutan Harta Atau Aset Mengurangi Beban Pajak

Harta dan aset yang dimiliki perusahaan akan mengalami penurunan nilai karena penggunaanya dan akan mengalami penurunan nilai (value) seiring dengan berlalunya waktu. Berkurangnya value berarti berkurangnya kapasitas aset tetap yang bersangkutan.

Pajak sebagai beban atau biaya yang harus dibayar oleh perusahaan membuat suatu manajemen berpikir untuk menekan beban dari pajak. Perencanaan Pajak penting bagi  semua entitas bisnis karena pengaruhnya pada posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi dan akan berpengaruh pada kemajuan suatu perusahaan.

Perencanaan pajak dilakukan dengan berbagai cara berdasarkan peraturan undang-undangan perpajakan selalu mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Peraturan-peraturan tersebut diantaranya metode perhitungan penyusutan aktiva tetap perusahaan, metode penyusutan dikatakan berhasil dalam mengurangi beban pajak yang terutang, dan besarnya biaya penyusutan yang dapat dikurangkan dari pendapatan sangat berpengaruh pada besarnya Penghasilan Kena Pajak yang akan menjadi dasar penghitungan pajak terutang bagi wajib pajak badan maupun orang pribadi.



Penyusutan Terhadap Harta atau Aset Dapat Meminimalkan Beban Pajak
Harta atau Aset yang dapat dilakukan penyusutan adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan sebagai wajib pajak dan digunakan untuk kegiatan usaha. Pengeluaran dalam mendapatkan aset atau harta berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun (aktiva tetap) serta biaya-biaya perawatannya dapat dibebankan dalam penyusutan selama masa manfaat.
Penyusutan terhadap harta atau aset berpengaruh untuk mengurangi nominal pajak dalam Pelaporan Pajak Harta Perusahaan dimana nilai dari aset atau harta yang dikenai pajak. Tentunya penyusutan ini harus mengikuti peraturan perpajakan yang berlaku yaitu bedasar Pasal 11 UU PPh tentang Masa manfaat dan tariff penyusutan harta berwujud.





Rabu, 14 Februari 2018

ASSET MANAGEMENT SOFTWARE MAINTENANCE SERVICES

Activo Maintenance Services

Software Maintenance Activo adalah proses modifikasi system solusi beserta komponen-komponennya untuk membenahi dan meningkatkan performa software mengikuti kemajuan teknologi untuk beradaptasi dengan kondisi terkini.

Maintenance penting bagi performa agar software optimal. Ibarat sebuah mobil atau kendaraan bermotor yang anda miliki tentu memerlukan perawatan berkala untuk memastikan kendaraan anda berfungsi dengan baik dan tidak bermasalah saat digunakan.



5 Alasan Pentingnya Software Maintenance

Alasan Adaptive 
Lingkungan kerja yang terus berubah memerlukan penyesuaian dari segi software maupun hardware yang digunakan.

Alasan Corrective 
Pembenahan bug (bug fixes) pada software diperlukan agar system berjalan baik. Maintenance disini meliputi proses testing untuk membenahi kerusakan.

Alasan Perfective 
Software maintenance diperlukan untuk meningkatkan performa system. Hal-hal baru seperti perubahan Interface, penambahan fungsi modul dan fitur-fitur terbaru yang tentunya membuat system anda lebih canggih dari sebelumnya.

Alasan Preventive 
Preventive maintenance berguna untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Observasi tentang kondisi software dan hardware berguna untuk memastikan hal-hal yang perlu dikoreksi dan menetukan bahwa semua device berjalan dengan baik.

Alasan Legalitas
Bukan hanya dari sisi teknologi yang selalu berubah, sisi peraturan juga sering berubah. Peningkatan kualitas system harus juga sesuai dengan aturan-aturan hukum, peraturan pemerintah serta aturan kerja yang berlaku saat ini.




Layanan Yang Didapat Dari Activo Maintenance Services:


Healthy Check
Tujuan dilakukannya Healthy Check adalah untuk memastikan aplikasi Activo berjalan maksimal dan data di dalam aplikasi Activo tetap aman dan dapat diakses dengan lancar (tidak korup atau hilang). Healthy Check dilakukan dengan periode 3 bulan sekali dalam 1 tahun.

Call Center (Help Desk)
Melayani pertanyaan mengenai cara menggunakan aplikasi Activo (Guiding the user) dan melayani pengaduan error (bug) yang terjadi pada aplikasi Activo.

Update
Melakukan update fitur-fitur terbaru Activo sesuai dengan modul yang digunakan




Kamis, 08 Februari 2018

Langkah Awal Dalam Mendata Aset : Prosedur Asset Tagging

Para Aset manajer sadar pentingnya setiap aset yang dimiliki haruslah dikelola dengan efektif dan efisien sehingga aset tersebut dapat memberikan manfaat tertinggi bagi perusahaan. Pertanyaan yang sering dilontarkan para aset manajer adalah: "Bagaimana saya memulainya?"

Kegiatan Pertama Yang Harus Dilakukan: Asset Tagging
Asset Tagging adalah proses dari asset management yaitu kegiatan mengidentifikasi tiap aset yang perusahaan miliki dengan bantuan Barcode atau RFID sebagai sarana identifikasi. Proses ini merupakan fondasi awal yang sangat penting bagi kegiatan pendataan aset di tahap berikutnya.

Tahap-Tahap Asset Tagging
- Perhitungan fisik asset dan membandingkannya dengan jumlah di catatan
- Pengecekan asset apakah kondisinya masih baik,rusak atau tidak berada di tempat
- Mencatat asset-asset yang bertambah,berkurang dan berpindah
- Penempelan label RFID, QRcode atau Barcode



Prosedur Penempelan Label
Label digunakan dalam berbagai industri sebagai sarana identifikasi dengan cara penempelan pada suatu material atau benda. Prosedur penempelannya tidak boleh sembarangan. Proses penempelan label yang baik dan rapi akan memudahkan tahap selanjutnya dalam kegiatan manajemen aset.

1. Pilihan jenis material label yang tepat.  Ketahanan label barcode dipengaruhi oleh cuaca, lingkungan, cairan kimia dan hal-hal lain.
2. Pastikan informasi yang tercetak pada label terlihat jelas dan dapat dibaca oleh Scanner.
3. Kebersihan posisi permukaan aset sebelum ditempel label barcode karena akan berpengaruh terhadap daya rekat (adhesivitas) label
4. Jangan menaruh label barcode di area yang terlalu menarik perhatian
5. Jangan membuat aset tidak berfungsi secara normal karena penempatan label barcode
6. Konsistensi dalam proses penandaan agar kelak memudahkan proses audit.





Selasa, 17 Oktober 2017

Asset Management Untuk Airport / Bandar Udara


Kesibukan di bandara selalu meningkat seiring pilihan menggunakan transportasi udara untuk bepergian menjadi transportasi unggulan karena waktu perjalanan yang singkat dan promosi harga tiket. Tingginya aktivitas di sebuah bandara tentunya memerlukan penanganan aset-aset bandara demi kenyamanan calon penumpang, lancarnya kinerja para petugas bandara dan efisiensi dari sebuah airport.

Sebuah bandara adalah area dinamis dalam penanganan asetnya dimana terdapat area Land Side (Sisi Darat) dan Air Side (Sisi Udara).
Land Side area seperti Terminal adalah pusat urusan penumpang yang datang atau pergi. Aset di area ini antara lain pemindai bagasi sinar X, counter check-in, area ruang tunggu (boarding lounge), area antar-jemput penumpang serta berbagai fasilitas untuk kenyamanan penumpang.
Air Side terletak di area landasan pacu pesawat, tempat parkir pesawat,  Air Traffic Controller (menara khusus pemantau). Jenis aset di area Land Side dan Air Side bervariasi dan memerlukan penanganan aset yang berdeda.


Pentingnya Manajemen Aset Bandara
Keberadaan dan fungsi fasilitas dan infrastruktur sangat penting dalam mendukung kinerja sebuah bandara. Kegiatan dalam sebuah bandara dipengaruhi oleh banyak pihak antara lain: Berbagai maskapai penerbangan, tenant (penyewa toko di bandara) dan tentunya customer atau para pelanggan. Manajemen aset yang baik akan menjunjang pelayanan di bandara yang tentunya berdampak positif terhadap kepuasan para pengunjung bandara.

Manajemen aset yang buruk akan berdampak negatif dalam operasional seperti:
1. Keterlambatan penerbangan (delayed flight)
2. Waktu tunggu penumpang lebih lama
3. Masalah safety (keselamatan)
4. Ketidakpuasan pelayanan
5. Image buruk terhadap bandara maupun maskapai.

Manajemen aset yang baik akan menunjang berbagai hal:
1. Fasilitas aset yang selalu terawat akan digunakan dengan maksimal oleh pengunjung bandara.
2. Infrastruktur aset yang baik akan mendukung kinerja para petugas dan pelayanan bandara.
3. Keamanan di bandara terjamin karena peralatan berfungsi dengan baik.
4. Membantu pengelola bandara untuk efisiensi infrastruktur aset.
5. Menghemat biaya perawatan dan penggantian aset.
6. Manajemen resiko yang lebih baik.
7. Mendukung inovasi pelayanan dan fasilitas bandara.





Rabu, 23 Agustus 2017

Peran General Affair di Suatu Perusahaan

Hampir disemua perusahaan ada bagian yang sering disebut General Affair (GA) atau Divisi Umum. Fungsi utama GA dalam perusahaan adalah mendukung jalannya kegiatan operasional dengan mengurus segala urusan rumah tangga perusahaan.
Peran bagian GA tidak kalah penting dibanding departemen lain bagi kesuksesan perusahaan. Tanpa GA yang cakap, perusahaan tidak bisa berjalan dengan baik atau menghasilkan performance yang optimal.
Tugas seorang GA cukup kompleks dan dalam kegiatannya harus saling berinteraksi dan berkoordinasi baik secara internal maupun secara eksternal dengan pihak departemen lain ataupun pihak di luar perusahaan.



Pada umumnya tanggung jawab pekerjaan seorang GA meliputi:
• Mengurus berbagai perijinan yang diperlukan perusahaan.
• Memelihara hubungan baik dengan lingkungan sekitar Perusahaan.
• Bertanggung jawab terhadap keberadaan dan kondisi asset perusahaan.
• Bertanggung jawab terhadap terpeliharanya fasilitas kantor.
• Melakukan proses pengadaan fasilitas dan alat-alat kantor
• Keamanan seluruh fasilitas kantor dan asset perusahaan.
• Pengurusan kendaraan dinas
• Insurance Management (pengurusan asuransi)
• Melakukan analisa kebutuhan anggaran pengadaan dan pemeliharaan seluruh fasilitas kantor

Beragam tugas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seorang GA. Selain menguasai keahlian teknis, diperlukan juga pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen pekerjaan. Terkadang dibutuhkan merekrut karyawan baru sesuai bidang keahliannya atau jasa dari pihak ketiga untuk membantu pekerjaan GA. 



Selasa, 11 Juli 2017

Stock Opname: Proses Audit Fixed Asset

Pengertian Stock Opname adalah penghitungan fisik persediaan barang yang ada di tempat dimana barang berada. Dalam kaitannya dengan Fixed Asset (aktiva tetap) stock opname adalah menghitung dan mengecek jumlah dan kondisi fisik aset beserta lokasi dan penanggung jawab aset-aset tersebut.
Stock opname terhadap fixed asset lebih dikenal sebagai Asset Audit.




Pengecekan yang dilakukan saat Stock Opname Fixed Asset antara lain:
1. Perhitungan fisik asset dan membandingkannya dengan jumlah di catatan.
2. Pengecekan kondisi aset apakah kondisinya masih baik, rusak atau tidak berada di tempat.
3. Mencatat aset-aset yang bertambah, berkurang dan berpindah.
4. Pemeriksaan biaya perbaikan, pemeliharaan, biaya asuransi dan garansi.
5. Analisa dan penghitungan biaya penyusutan.
6. Mencatat valuasi atau nilai aset.

Tujuan dilakukanStock Opname Fixed Asset:
1. Pengendalian internal yang lebih baik atas aktiva tetap
2. Pencatatan yang akurat mengenai: valuasi aset, biaya terhadap aset, jumlah aset dan lokasinya.
3. Mencegah dan mengetahui apabila terjadi pencurian atau kehilangan aset.
4. Mencegah pembayaran berlebihan mengenai asuransi, biaya pemeriharaan dan pajak terhadap aset-     aset tertentu atau aset hantu.

Stock Opname Dengan Activo Solutions:
Activo System memberikan solusi untuk Stock Opname aktiva tetap menggunakan sistem barcode yang tentunya memberikan hasil yang lebih akurat dan proses lebih cepat dibandingkan proses pengecekan manual.

1. Barcode atau QR Code sebagai sarana identifikasi ditempel pada tiap aset yang masuk dalam proses audit.

2. Semua informasi tentang asset yang akan di audit akan dicatat terlebih dahulu dalam Activo Asset Register.


3. Saat proses Stock Opname, bantuan barcode scanner memudahkan proses hanya dengan memindai (scan) ke tiap barcode yang tertempel pada aset-aset. Proses tersebut akan di sinkronisasi ke system Activo untuk pengecekan dan pembandingan data aset pada catatan dan kondisi aset di lapangan.


Activo Asset Management Solutions, memberikan solusi menyeluruh bagi kebutuhan anda akan sitem Fixed Asset. Tentunya solusi Activo akan memberikan keunggulan tersendiri bagi manajemen aset di perusahaan anda.





Rabu, 31 Mei 2017

Scanner Mini Performa Tinggi


Kita sempat membahas jenis-jenis aset barcode scanner pada topik terdahulu. Tidak seperti kebanyakan scanner atau alat pemindai pada umumnya yang berukuran genggaman tangan atau lebih besar, General Scan barcode scanner memiliki ukuran mini yang sangat kecil.

GS-M500BT 2D Bluetooth Companion Barcode Scanner dari General Scan adalah pemindai barcode serbaguna berukuran kecil namun memiliki performa tinggi.

Barcode generasi baru ini dapat dikolaborasikan dengan smartphone sebagai terminal data. Produk General Scan ini merupakan alternatif yang lebih hemat dan praktis dibanding PDA scanner yang lebih mahal dan berat.


Mini Scanner yang dipasang pada smartphone


Mini Scanner serbaguna yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai device pemindai




Tertarik dengan Barcode Scanner diatas? Anda bisa hubungi kami di:
+62-21-2933 9528
hello@activo.co.id

APL Tower 26th floor, Central Park Jalan Letjen S. Parman Kav 28 Jakarta, 11470, Indonesia


Senin, 15 Mei 2017

Berbagai Jenis Stiker Barcode

Barcode stiker atau label digunakan dalam berbagai industri sebagai sarana identifikasi dengan cara penempelan pada suatu material atau benda. Bahan label barcode pada umumnya adalah kertas yang dicetak dengan tinta melalui printer.

Ketahanan label barcode dipengaruhi oleh cuaca, lingkungan, cairan kimia dan hal-hal lain. Label barcode yang ditempel pada material bertemperatur tinggi, selalu terkena cahaya, di area berbahan kimia atau sering terkena goresan tentunya wajib memiliki label dengan kualitas tinggi agar kode yang tertera dapat selalu terbaca. Materi yang digunakan dalam pembuatan barcode antara lain:

Paper Labels:
Bahan yang paling umum digunakan dalam material barcode dan harganya paling hemat. Sangat praktis penggunaanya dalam banyak industri. Barcode berbahan kertas memiliki segi ketahanan berbeda tergantung jenis kertas dan pelapis yang digunakan. Variasi label berbahan kertas ini antara lain:
- Coated Labels: Dilapisi oleh plastik agar stiker lebih tahan terhadap goresan
- Water Resistant: Label tahan air



Plastic Label
Bahan polimer atau plastik digunakan dalam pembuatan label. Bahan ini lebih tahan lama terhadap air, minyak dan goresan. Jenis bahan plastik Polyester dan Polypropylene digunakan dalam pembuatan label jenis ini. Bahan plastik Polyimide memiliki ketahanan lebih tinggi karena mampu bertahan pada suhu 250°C. Label berbahan ini biasa digunakan pada penempelan barang-barang elektronik.



Metal Labels
Label berbahan metal atau logam digunakan dalam kondisi tertentu. Label berbahan ini memiliki ketahanan tinggi saat digunakan di lapangan dengan kondisi ekstrim, tahan terhadap suhu panas, air, minyak dan goresan. Bahan logam yang digunakan biasanya adalah aluminium.






Selasa, 02 Mei 2017

Pengaruh Ghost Assets (Aset Hantu) Dalam Catatan Keuangan



Perlu disadari keberadaan aset hantu dan pengaruhnya dalam pencatatan aset dan perpajakan. Ghost asset atau aset hantu dalah aktiva tetap (fixed asset) yang muncul dalam daftar aset namun saat di cek secara fisik aset tersebut tidak ada atau rusak dan tidak dapat digunakan.


Pengaruhnya Terhadap Manajemen Aset:
Sebuah perusahaan yang memiliki begitu banyak jumlah aset cukup sering menemukan ghost assets dalam catatannya. Hal ini sangat berpengaruh pada neraca perusahaan, misalkan saja ditemukan ada sepertiga ghost assets dari keseluruhan aset perusahaan.

Ghost asset berakibat pada:

1. Pembayaran Pajak
Jumlah ghost asset yang begitu banyak pada catatan aset perusahaan menyebabkan kesalahan laporan dimana jumlah aset kena pajak dalam catatan laporan lebih banyak daripada jumlah fisik sebenarnya
dari aset kena pajak. Hal ini berakibat perusahaan membayar pajak melebihi jumlah yang seharusnya.

2. Pembayaran Asuransi
Asuransi akan membebankan biaya sesuai dengan catatan aset yang diasuransikan. Jika ada sejumlah ghost assets yang memiliki biaya asuransi, tentunya akan membuat pembayaran asuransi membengkak. Seharusnya, bila aset anda hilang, anda tidak harus membayar asuransi atas aset tersebut.

3. Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan atau maintenance digunakan untuk merawat aset-aset yang digunakan oleh perusahaan. Biaya ini seharusnya tidak dibebankan kepada aset-aset yang tidak ada (ghost assets).

4. Pencurian Aset
Ghost assets yang ditemukan dapat juga sebagai indikasi terjadi pencurian aset. Pencatatan aset yang buruk memberikan keleluasaan terhadap pencuri aset. Pelacakan aset (asset tracking) yang tepat seharusnya dapat mengindikasi bahwa sebuah aset benar-benar hilang atau dicuri.

5. Pengeluaran Bertambah
Sebuah aset yang tercatat namun fisiknya hilang akan memaksa perusahaan untuk membeli aset pengganti yang baru. Hal tersebut tentunya akan menambah pengeluaran perusahaan.

6. Produktivitas Berkurang
Fungsi aset perusahaan adalah mendukung aktivitas dan kinerja karyawan. Ghost asset yang tercatat dalam perusahaan tidak tampak secara fisik untuk mendukung kinerja karyawan perusahaan.

7. Laporan Keuangan
Ghost assets mengacaukan laporan keuangan perusahaan. Laporan menjadi tidak akurat dengan statement jumlah beban biaya operasional yang menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya.

Bagaimana Cara Menangani Ghost Asset?
Saran terbaik adalah meperbaiki sistem aset management dan gunakan Asset Tracking Software yang tepat. Pengecekan aset berkala secara teliti dapat membantu:
1. Mendeteksi pencurian dan penggelapan Aset.
2. Mengetahui aset-aset yang hilang, rusak dan aset yang tidak tercatat.
3. Mengurangi biaya dan mecegah pembayaran berlebih untuk asuransi, pajak dan pemeliharaan aset.
4. Aset-aset yang ada berfungsi secara efektif dan efisien untuk kebutuhan perusahaan.
5. Menghapus ghost asset memberikan laporan finansial yang lebih akurat, tentunya ini sangat perpengaruh saat diaudit, proses perencanaan budgeting, laporan kepada investor dan memberikan fasitilat kerja yang baik untuk karyawan.






Kamis, 13 April 2017

Kedatangan Tamu Dari SMK 4 Tangerang

Pada hari Rabu 12 April 2017, PT Code Development Indonesia kedatangan para instruktur dari SMK 4 Tangerang. Kunjungan yang telah diinformasikan pada bulan lalu ini dalam rangka pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik Bagi Guru (keahlian ganda) oleh SMK 4 Tangerang.
Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dibuka oleh Dewi Machdalena selaku HRD PT Code Development Indonesia, dilanjutkan dengan presentasi profil perusahaan oleh COO PT Code Development Indonesia Agus Sutomo Halim. Sesi lanjutan dari acara adalah presentasi tentang Activo Asset Management Solutions sebagai produk unggulan yang dibangun PT Code Development Indonesia oleh Alliza Lestari dan Ricky Adhi Saputra selaku petinggi Activo.
Peserta juga berkesempatan berkeliling kantor PT Code Development Indonesia untuk melihat proses kerja di sebuah industri IT. Pada akhir acara, perwakilan dari SMK 4 Tangerang memberikan kenang-kenangan yang diserahkan kepada COO PT Code, Agus Sutomo halim. Kami dari PT Code Devopment Indonesia dan Activo Asset management Solutions sangat bahagia dapat berbagi informasi dan pengalaman kepada para pendidik dari SMK 4 Tangerang. Semoga pengalaman yang didapat oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini kelak berguna dalam mendidik para murid-muridnya.








Jumat, 17 Februari 2017

Activo Innovation Day: Diskusi Solusi Fixed Asset

Pada 14 Februari 2017 kemarin, Activo Asset Management Solution di bawah naugan PT Code Development Indonesia mengadakan acara gathering atau kumpul bersama dengan tema "Activo Innovation Day"

Peserta undangan pada hari itu berasal dari berbagai perusahaan yang mayoritas dari industri perbankan. Acara ini diselenggarakan untuk menyatukan para pelaku Asset Management dalam satu waktu dan tempat agar dapat saling berbagi dan mendapatkan informasi tentang Solusi Aset Manajemen yang tentunya akan berguna dalam profesi mereka. Peserta yang hadir pada hari itu antara lain mewakili:
1. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)
2. PT. Air Asia Indonesia
3. PT.Hipernet IndoData (Hypernet)
4. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC)
5. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk
6. Bank BTPN Syariah

Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB meliputi presentasi mengenai Activo Asset management sebagai software Fixed Asset Management dengan penjelasan berbagai fitur yang dapat membantu para general affair, akuntan, finance dan IT dalam hal manajemen aktiva tetap.

Pada hari itu disediakan juga sebuah mini-lab yaitu ruangan dimana para peserta dapat mencoba secara langsung menggunakan aplikasi Activo. Kehadiran para klien setia yang telah lama mempercayakan aset manajemen mereka pada Activo juga turut memeriahkan suasana dengan berbagi pengalaman mereka terbantu oleh sistem dari Activo Asset Management Solutions.

Sesi gathering diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat kepada tiga klien setia Activo. Pemberian kenang-kenangan diserahkan oleh Bapak Agus Sutomo Halim selaku COO PT Code Development Indonesia kepada Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Bank Danamon Indonesia dan Bank BTPN Syariah.

Sebagai penutup, semua peserta beranjak menuju sebuah restoran di Central Park untuk makan siang. Terima kasih kami ucapkan kepada para panitia gathering yang telah menyelenggarakan acara ini dan tentunya para tamu undangan yang telah hadir dalam acara Activo Asset management Solutions yang pertama.

Para Undangan Bersama Jajaran Manajemen Activo (PT Code Development Indonesia)


Demo Aplikasi Activo di Mini-Lab

Sesi Testimonial Dari Klien-Klien Activo

Sesi Makan Siang Sebagai Penutup Acara




Selasa, 24 Januari 2017

Perbedaan Asset Tracking dan Inventory Tracking


Penggunaan barcode sebagai cara yang efektif bagi pelacakan fisik aset atau inventory (barang persediaan) diterapkan di berbagai perusahaan. Software atau aplikasi untuk barcode membantu proses tracking (pelacakan/penelusuran) lebih cepat, mengurangi error dalam kebutuhan pelacakan fisik aset atau inventory.

Walaupun sama-sama menggunakan barcode dalam proses tracking, terdapat perbedaan antara Asset Tracking dan Inventory Tracking yaitu: Item/benda jenis apa yang di track, pelaporan informasi apa yang diunduh dan siapa penggunanya. Tentunya hal ini akan membantu para pengguna sesuai dengan kebutuhannya.

Asset Tracking
Mengacu pada penelusuran aktiva tetap atau aset fisik (physical checking) yaitu harta berwujud, dimiliki dan digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk keperluan produktif dan memiliki umur ekonomis yang panjang, contohnya piranti komputer kantor, furnitur kantor dan mesin-mesin pendukung jalannya sebuah organisasi.
Dengan didukung barcode label, barcode scanner dan asset management software untuk aktiva tetap, asset tracking akan membantu penelusuran aktiva tetap untuk mencatat aset-aset yang dimiliki, mengetahui lokasi aset, penyusutan nilai (depresiasi) dan informasi lainnya dengan mudah.

Inventory Tracking
Yang disebut inventory atau inventaris adalah bahan baku atau pendukung proses kerja/produksi yang habis pakai atau stok barang (barang yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan). Inventory dan aset fisik sama-sama digolongkan sebagai aset (harta), perbedaanya inventory digolongkan sebagai aktiva lancar (current assets) yang hanya dapat dipakai satu atau beberapa kali dalam proses dan mempunyai umur ekonomis pendek. Contohnya: Kas, perlengkapan kantor dan persediaan barang dagang.
Inventory tracking menggunakan barcode label, barcode scanner dan software inventory tracking system untuk pendataan stok barang. Informasi barcode label pada inventory tracking memuat SKU (Stock Keeping Unit) yang ditempel pada stok barang.

Seringkali anda kebingungan saat mencari solusi tracking yang tepat bagi usaha anda, apakah anda membutuhkan Asset Tracking atau Inventory Tracking? Untuk menghemat waktu anda dalam mengambil keputusan, inilah perbedaan kedua tracking system diatas:


ASSET TRACKING
INVENTORY TRACKING
Jenis Barang
Harta Tetap: Kendaraan, furnitur, komputer
Barang habis pakai: barang dagang, bahan baku.
Kegunaan
Pendataan aset perusahaan untuk laporan keuangan, pajak, harta dan kebutuhan audit
Pendataan stok barang untuk mengetahui jumlah barang di gudang.
Jenis Label
Label/sticker dengan material tahan lama
Biasanya bukan label/stiker tahan lama
Transaksi
Penambahan aset, perpindahan aset, penyusutan aset
Barang masuk, barang keluar, stok persediaan barang
Pengguna
Asset manager, General Affair
Warehouse manager, stock keeper


hello@activo.co.id
+62-21-2933 9528

Rabu, 18 Januari 2017

Happy Anniversary: We Code It Home

Pada Jumat 15 januari 2017, CODE.ID (PT Code Development Indonesia) merayakan hari jadinya. Acara perayaan ulang tahun software house yang juga parent company dari Activo Asset Management ini diikuti oleh seluruh karyawan. 
Dibuka dengan acara games-games penuh canda tawa yang mencairkan suasana dan keakraban antara karwawan baru dan senior.
Tema Anniversary 2017 Code.id ini adalah "We Code It Home" yang maknanya suasana kerja di Code.id dimana semua karyawan merasa seperti bekerja di rumah "just feels like home".

Potong Tumpeng Ultah

Suasana bekerja di Code.id PT Code Development Indonesia

hello@activo.co.id
+62-21-2933 9528